Artiseni

Potret Diri dan Bagaimana Affandi Melihat Dunia

Affandi Koesoema atau yang kerap disapa Affandi adalah satu dari maestro seni lukis ekspresionisme yang lahir di Indonesia. Lahir di Cirebon pada 1907 sebagai putra Raden Koesoema, seorang mantri ukur di pabrik gula Ciledug. Affandi hanya menamatkan pendidikan sampai tingkat AMS (setara SMA) pada masa itu yang masih dikuasai oleh Belanda.

Bakat melukis Affandi sudah terlihat sedari kecil, namun baru benar-benar digeluti pada 1940. Pada masa awal setelah lulus sekolah, Affandi sempat bekerja sebagai tukang sobek karcis dan menggambar papan reklame bioskop di Bandung.

Affandi sempat bergabung dengan Kelompok Lima Bandung, yaitu kelompok lukis beranggotakan lima orang yang berada di Bandung. Kelak kelompok ini akan banyak mempengaruhi kesenian lukis di Indonesia.

Kegiatan Kelompok Lima Bandung ini sungguh cocok dengan Affandi yang tidak terlalu menyukai kegiatan formal. Affandi bahkan menyebut dirinya sebagai pelukis kerbau, karena ia tidak menyukai membaca teori.

Jauh sebelum dikenal sebagai seorang pelukis dengan gaya ekspresionisme, Affandi memulai karir melukisnya dari gaya realis. Objek yang dihadirkan Affandi dalam lukisannya adalah objek nyata yang ada di sekitarnya.

Lukisan ibuku (1941) adalah karya yang cukup menyita perhatian karena tidak seperti gaya melukis Affandi yang bisanya. Seorang ibu tua yang duduk mengenakan jarik tua lusuh dengan tatapan penuh tanya tentang masa depan.

Lukisan berjudul “Ibuku” (1941) karya Affandi/Sumber:kebudayaan.kemdikbud.go.id

Lukisan Affandi bertitik tolak pada humanisme yang kuat. Dilatar belakangi kepribadian Affandi yang harus menggambar objek kesehariannya. Affandi selalu menggambar apa yang terjadi disekitarnya, ibunya, istrinya, lingkungan sosial, alam bahkan potret dirinya sendiri.

Ekspresi emosi yang dihadirkan dalam setiap lukisannya adalah bentuk eksperimen dalam menciptakan emosi pada lukisannya. Bagaimana Affandi menyertakan empati dalam setiap karya yang diciptakannya.

Sang Maestro Ekspresionisme meninggal pada 23 Mei 1990. Karyanya banyak melanglang buana di dunia kesenian nasional maupun internasional.

Salah satu penghargaan terakhir yang didapatnya adalah pembangunan museum Affandi yang terletak di sisi kali Gajah Wong, Yogyakarta. Museum tersebut menyimpan lebih dari 300 lukisan yang diciptakan Affandi semasa hidupnya. Affandi dimakamkan di kediamannya yang juga adalah lokasi museum berada. (Bima Chrisanto)

Referensi:

http://thebiographyinfo.blogspot.com/2015/02/biografi-affandi_14.html

https://media.neliti.com/media/publications/77329-ID-bagaimana-cara-mengamati-lukisan-karya-a.pdf

https://lukisanku.id/lukisan-potret-diri-affandi-koesoema-3/

Admin-Art

Admin-Art

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

  • iklan.jpg
id Indonesian
X