Artiseni

Ajie dan Girlani: Reuni Teman Lama Lewat Musik

Kesenian selalu memberikan sesuatu yang tidak terduga. Seni bisa menjadi pemersatu sesuatu yang mungkin sudah lama berpisah, hal ini terjadi pada Ajie dan Girlani. Dua insan ini merupakan teman SMA yang sempat berpisah karena memilih melanjutkan pendidikan di tempat yang berbeda. Namun, siapa sangka kegemeran dalam bermusik menyatukan mereka dalam satu panggung.


Penampilan Archangela Girlani Dwi Lestari dan T.A. Ajie Batara di acara MANTRA/Foto: Girlani

Keduanya memiliki perjalanan berseni yang cukup panjang dan memukau. Girlani dengan talentanya yang cukup banyak di berbagai kesenian; dan Ajie dengan prestasi bermusiknya di berbagai kejuaraan dalam negeri maupun luar negeri (terutama Jepang). Dengan lika-likunya dalam berseni, Ajie mengatakan sesuatu yang cukup membuat kita semua bersemangat untuk terus berkarya. “Teruslah berkarya, karna seniman tugasnya berkarya. Meski tidak ada support dari media-media yang lain. Tetaplah berkarya, meski dilihat ataupun tidak teruslah berkarya karna harga diri seniman berada disitu.” ucapnya.

Di panggung Mantra keduanya membawakan dua lagu, yaitu Sampai Jadi Debu dari Banda Neira dan musikalikasi puisi karya Ari Reda yang lahir dari puisi “Di Restoran” ciptaan Sapardi Djoko Damono.

Ajie dan Girlani memilih dua lagu ini dikarenakan kesederhanaan instrumen lagu  dan pemaknaan lirik yang cukup mendalam. “Lagu kedua berasal dari puisinya Sapardi yang judulnya di Restoran dan dimusikalisasikan oleh Ari Reda. Musikalisasi puisi ini dipilih karena aku ngelihatnya dari sisi musiknya. Musiknya itu enak gitu loh, nadanya itu gampang masuk ke hati“, ungap Girlani. Di samping itu, Girlani menceritakan lebih lanjut mengenai puisi; Tokoh “Aku” dalam puisi ini menceritakan bahwa dirinya menyadari bahwa kisah cintanya berada pada hubungan yang sudah tidak sehat, dirinya merasakan sakit yang tak berujung namun “Aku” tetap berada disana.

Berbicara lebih lanjut, keduanya berharap agar Artiseni Production tetap melaksanakan berbagai kegiatan seperti “MANTRA” meski adanya pandemi sebagai wadah untuk mempopulerkan berbagai bentuk kesenian melalui kolaborasi dari macam-macam kesenian yang ada.

Penulis: Catherine Lawinata

Penyunting: Nada Pertiwi

Admin-Art

Admin-Art

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

  • iklan.jpg
Kunjungi Chanel Youtube Artiseni
27 Karya Peserta Lomba Membaca Puisi Kontemporer telah di Upload
id Indonesian
X