Artiseni

Artsotika Muria: Menyembuhkan Bumi Lewat Seni

“Muria mulai rusak.” “Muria harus diselamatkan.”

Barangkali pemikiran-pemikiran seperti inilah yang melatar belakangi dibentuknya Artsotika Muria.

Kawasan Muria terbentang dari wilayah Jepara, Kudus, dan Pati. Kondisi alam kian kritis yang dicirikan oleh krisis air bersih di musim kemarau, kekeringan, punahnya hewan endemik seperti macan tutul dan elang muria, serta kerusakan hutan Muria menjadi sedikit dari banyak alasan yang mendorong beberapa seniman, penggerak kebudayaan, aktivis lingkungan menggelar festival Artsotika Muria.

Kerusakan hutan yang terjadi di kawasan Muria tidak hanya berdampak di kawasan bagian atas, melainkan meluas hingga ke bagian bawah dimana tempat masyarakat bermukim.

Widyo Leksono selaku pencetus ide Artsotika Muria menjelaskan jika Artsotika merupakan penggabungan dari kata art dan eksotika. Lahir dari kegelisahannya atas kerusakan Muria di banyak titik, karena bagi ia Muria bukanlah hanya sekedar masalah geografis tetapi Muria adalah perwujudan dari manusia dan alam.

Teater “Rananggana” Komunitas Seni Samar di Artsotika Muria/Foto berita.baca.co.id

Artsotika Muria adalah sebuah festival seni yang berlangsung pada 14-21 Desember 2019 bertemakan “Muriane Rusak Jalmane Ngelak” ini diikuti oleh sejumlah komunitas seperti karangtaruna, pegiat lingkungan, seniman, komunitas fotografer dan masyarakat umum yang berasal dari pelajar dan warga setempat.

Ragam kegiatan yang dilakukan selama festival ini berlangsung seperti pentas seni rupa, performance art, kemah konservasi, festival dolanan tradisional, pameran foto, beberapa kesenian kawasan Muria seperti wayang, barongan dan teater.

Karnaval dolanan tradisional di Desa Jurang oleh Komunitas Joglo Pencu (bagian dari rangkaian kegiatan Artsotika Muria)/Foto:Radar Kudus

Tak hanya ajakan melestarikan alam, Astorika Muria juga sebuah wadah untuk masyarakat melestarikan budaya yang mulai hilang ditelan waktu. Dengan diselenggarakannya Artsotika Muria, diharapkan dapat meningatkan kita tentang budaya di sekitar kawasan Muria seperti Pertunjukan Ketoprak asal Pati dan wayang kulit dari Kudus. Jika kesenian dari daerah selalu dihidupkan, maka eksistensinya akan terus nampak meski perkembangan zaman terus terjadi.

Referensi:

Hazami, Akrom. 2019. https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4832345/artsotika-muria-festival-seni-dan-gerakan-peduli-kawasan-muria

Kudus Satu. 2019. https://kudussatu.com/2019/12/14/puluhan-komunitas-ikuti-kemah-konservasi-artsotika-muria-di-buper-abiyoso/

Mustofa, Ali. 2019. https://radarkudus.jawapos.com/read/2019/12/23/171477/kembali-digelar-karnaval-dolanan-tradisional-desa-jurang-meriah

SuaraMerdeka.com. 2019. https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/211979/smtv

Utoro Aji, Dian. 2019. https://www.murianews.com/2019/12/21/179110/artsotika-muria-ajak-masyarakat-lestarikan-alam-lewat-seni-dan-budaya.html

Penulis: Nora Amalia

Penyunting: Nada Pertiwi

Nada Pertiwi

Nada Pertiwi

Part of Artiseni. Sangat tertarik pada bidang jurnalistik, penyiaran, hiburan, fotografi, dan musik kpop.

Topics

Recent posts

Ads Widget side bar samping

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Most discussed

Advertisement

  • iklan.jpg
id Indonesian
X