Artiseni

Balas Dendam Para Iblis

Malam sangat mencekam burung hantu tidak bernyanyi, serigala sakit tenggorokan hingga malas untuk melolong, angin malam yang berhembus enggan bertiup membelai daun yang juga malas bergoyang. Alam menjadi sunyi dan suasana menjadi mencekam, dibagian bawah perut bumi dalam kerak bumi seluruh iblis di dunia berkumpul mungkin inilah yang membuat malam bulan purnama menjadi…

Balas Dendam Para Iblis

Karya Pulung L A

Malam sangat mencekam. Burung hantu tidak bernyanyi, serigala sakit tenggorokan hingga malas untuk melolong, angin malam yang berhembus enggan bertiup membelai daun yang juga malas bergoyang. Alam menjadi sunyi dan suasana menjadi mencekam. Di bagian bawah perut bumi dalam kerak bumi seluruh iblis di dunia berkumpul. Mungkin inilah yang membuat malam bulan purnama menjadi sunyi tanpa aktivitas kehidupan mahluk malam.

Terlihat suasana yang tegang dan ketakutan di antara iblis-iblis yang berkumpul. Lucifer raja iblis dan Dewi Belial telah memanggil seluruh rakyatnya untuk berkumpul di dasar kerak bumi untuk membicarakan persoalan yang sangat krusial dan mendesak.

“Saudara-saudara, rakyatku yang aku cintai,”

“Aku telah mendengar kabar bahwa kita bangsa iblis akan dilenyapkan dari muka bumi ini, direbut kekuasaan kita dan dihancurkan eksistensi kita sebagai iblis sejati oleh para manusia-manusia rakus, tamak, dan sombong itu.” ucap Lucifer berdiri di atas sebuah batu berteriak dengan suara lantang dan suara berapi-api.

Baca Juga Cerpen Gerbong

“Di sini saya selaku raja memanggil semua rakyat iblis untuk untuk mengetahui lebih jelas tentang kabar yang saya dengar itu dan untuk bertukar pikiran bagaimana menyelesaikan persoalan ini”.

Rakyat iblis yang berkumpul dan duduk di atas lantai gua kerak bumi terdiam mendengar pidato kenegaraan raja Lucifer, manggut- manggut mengiyakan apa yang dikatakan sang raja. Tiba-tiba salah satu pimpinan genderuwo angkat tangan.

“Maaf yang mulia kalau boleh saya bercerita dan mengajukan usul”.

“Silahkan pimpinan gendruwo.” Lucifer berbicara sambil menatapnya.

“Begini yang mulia, di daerah kami manusia telah berbuat semena-mena mereka menebang pohon-pohon beringin besar yang menjadi tempat tinggal kami untuk dijadikan perumahan mewah yang akan dijual untuk mendapatkan keuntungan,”

“Banyak dari bangsa kami yang kehilangan tempat tinggal, stress, gila bahkan perbuatan mereka banyak memakan korban dari bangsa kami hal itu memaksa kami untuk mengungsi di perbukitan sebelah barat”.

Raja iblis manggut-manggut.

“Lalu apa yang terjadi selanjutnya?” Raja iblis bertanya dengan tidak sabar. Gendruwo melanjutkan ceritanya.

“Sebelum kita mengungsi keperbukitan itu, kita sering mengganggu mereka dengan cara menampakkan diri untuk membuat takut dan agar mereka pergi dari tempat itu”.

“Lantas mereka kabur.” Potong Ratu Belial.

“Tidak yang mulia, mereka tidak kabur” Jawab pimpinan genderuwo dengan cepat.

“Kenapa bisa seperti itu?” Tanya ratu yang sudah tidak sabar dengan cerita pimpinan genderuwo.

“Awalnya mereka takut dan pergi dari tempat itu tetapi beberapa hari kemudian mereka membawa seorang dukun sakti untuk mengusir kami dan kami kalah telak, banyak dari kami yang mati dan harus mengungsi keperbukitan itu”. Dengan wajah ditekuk kecewa dan sedih karena tidak mampu berbuat banyak untuk bangsanya.

Para iblis yang berkumpul mulai marah, situasi musyawarah menjadi ricuh mereka saling mengumpat.

“Bangsat jahat sekali manusia, begitu tega kepada bangsa Gendruwo yang tidak berdosa”. Ucap Pocongan yang berdiri di tengah kerumunan para iblis.

“HI…HI…Sadis, seram, ngeri mereka membuatku takut”. Kata kuntilanak sambil menutup mukanya. Sambil terbang berputar di ruangan gua, peri hutan berteriak.

“Parah, kejam sekali mereka”.

Admin-Art

Admin-Art

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

  • iklan.jpg
id Indonesian
X