Artiseni
Cloud Hosting Indonesia

Catatan Untuk Mengenal Tari Kontemporer

Oleh:  Nora Amalia, Bima Chrisanto, M. Faisaluf Ramadhan

Contoh tari kontemporer lakon “Sadako” yang diadaptasi dari legenda Jepang, pada 16 Mei 2017/lifestyle.bisnis.com

Melepas diri dari pakem tradisi adalah satu dari banyak hal yang mencirikan tari kontemporer. Dikenal sebagai tarian yang mengandung banyak improvisasi dan freestyle menyebabkan tari kontemporer berbeda dengan tari tradisional dan tari kreasi. Tidak hanya merujuk pada kebudayaan, setiap penari memiliki kesempatan untuk mengembangkan dirinya dengan interpretasi dan pemahaman atas kebudayaan lain.

Berbeda dengan tari tradisional yang berpatokan dengan bermacam gerakan seperti ngithing, ngrayung di tari Jawa atau geol di tari Jaipong yang terkesan ‘kaku’, tari kontemporer menghadirkan suasana yang lebih bebas karena tidak adanya aturan tertentu yang mendikte penari dalam melakukan gerakannya.

Muncul banyak perspektif dari setiap gerakan yang ada di tari kontemporer membuat tarian ini semakin menarik. Membiarkan penonton berimajinasi dengan isi kepalanya sendiri ketika menyaksikan satu demi satu gerakan yang diciptakan oleh penari kontemporer menjadikan tarian ini terlihat jauh lebih unik dan ‘baru’.

Tari kontemporer memperlihatkan proses inovasi dan kreativitas dari penari dan koreografer. Keberadaan tari kontemporer kerap menjadi wadah bagi manusia untuk mempresentasikan isu yang eksistensinya perlu dibumingkan, seperti isu kerusakan bumi. Contohnya adalah tari kontemporer “Perempuan Ibu Bumi” yang dicanangkan sebagai upaya protes terhadap dampak buruk akibat penambangan emas secara ilegal di Lombok.

Gagasan yang terkandung di dalam satu tarian kontemporer bukanlah gagasan perihal menolak atau menyetujui sesuatu, melainkan berupa ekspresi yang tidak terbatas dan bebas. Tari kontemporer berisi ekspresi dan pemahaman yang tidak melulu suatu bentuk protes. Walaupun terlihat lebih ekspresif dan bebas, konsep dari tarian ini tidak aneh dan asal-asalan.

Ketika tari kontemporer ditampilkan, nilai kemanusiaan dan kerohanian harus tetap ditanamkan sehingga tidak menyinggung penonton yang memiliki latar belakang berbeda. Konsep cerita dan pembawaan dari penari harus memperhatikan pasar dan budaya penontonnya, hal ini dilakukan dengan maksud supaya tari kontemporer yang ditampilkan tetap bisa diterima meskipun dengan pembawaan yang terkesan lebih vulgar jika dibandingkan tari tradisional. Tafsiran yang ditawarkan koreografer pun tidak bisa dipaksakan kepada penonton.

Beberapa seniman yang bergelut di tari kontemporer antara lain adalah Melati Suryodarmo, Eko Supriyanto, Martinus Miroto, Mila Rosinta, dan Otniel Tasman.

Mengutip dari Buku Ikat Kait Impulsif Sarina karya Eko Supriyanto, dikatakan jika tari kontemporer adalah upaya merawat sekaligus menginterpretasikan kembali seni tradisi. Baginya. Beberapa karya tradisional akan hilang ditelan zaman jika hanya sekedar mempertahankan bentuknya, sehingga penafsiran melalui tari kontemporer perlu dilakukan supaya karya itu bisa relevan dengan kondisi di masa sekarang.

Tidak jarang tari kontemporer berkolaborasi dengan seni lukis di suatu pembukaan acara pagelaran seni. Biasanya, lukisan digambar sembari para penari mempertunjukkan tariannya serta tak lupa iringan musik tradisional seperti rebana atau musik modern seperti biola.

Tari Yapong merupakan jenis tarian kontemporer yang melambangkan suka cita dan pergaulan masyarakat/negerikuindonesia.com

Salah satu contoh tari kontemporer yang cukup terkenal di Indonesia adalah tari yapong dari Jakarta. Sejarah mencatat, tari yapong merupakan tarian yang dipentaskan dalam rangka memeriahkan hari jadi Jakarta di tahun 1975. Tari yang diciptakan oleh seniman asal Yogyakarta, Bagong Kussudiarja ini tidak memiliki arti yang spesifik karena nama tarian ini berasal dari para penari yang berteriak “Ya Ya Ya Ya Ya” dan disusul dengan alunan alat music yang berbunyi “pong”.

Referensi:

AhmadIbo. 2019. Tari Yapong, Tari Kontemporer dari Jakarta. https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/tari-yapong-tari-kontemporer-dari-jakarta

Anindita, Febrina. 2017. Laku Tubuh bersama Melati Suryodarmo. https://www.whiteboardjournal.com/interview/ideas/melati-suryodarmo/

Liputan6. 2010. Lima Wajah Tanpa Suara. https://www.liputan6.com/news/read/302092/lima-wajah-tanpa-suara

Rachmawati, Fitri. 2019. Tari Kontemporer “Perempuan Ibu Bumi” Upaya Protes Perusakan Lingkungan Akibat Tambang Emas Ilegal di Lombok. https://regional.kompas.com/read/2019/11/18/12434191/tari-kontemporer-perempuan-ibu-bumi-upaya-protes-perusakan-lingkungan-akibat?page=all

Senipedia.id, A. 2019. Penjelasan TARI KONTEMPORER: Pengertian, Ciri, Tujuan, Konsep dan Contoh. https://www.senipedia.id/tari-kontemporer/

Penyunting:

Nada Pertiwi

Admin-Art

Admin-Art

Arsip

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

id Indonesian
X