Artiseni
cerita perang lomba membaca puisi kontemporer katamata competition 2021 program artiseni

CERITA PERANG 

TEMANKU YANG BAIK DAN TIDAK SOMBONG.

KATAMATA ART COMPETITION CONTEMPORARY 2021

Dung… Dung… Dung… Dung… Genderang berbunyi bertalu-talu perang siap dimulai. 

“Perang? “Dimana ada perang? “Perang apa?

(Tertawa cekikikan) “ Makanya jangan ngimpi terus, tuh cucian belum kelar. 

“ Kukira perang, tadi soalnya lagi perang.

“Perang di Hp? “Games mobile legend itu? 

“iyak betul. 

“Bukan itu Nyul yang namanya perang itu sudah dari dulu dari zaman baheula ada perang salib, perang bubat, perang paregreg, perang Diponegoro, perang dunia I, perang dunia II…

“ Trus maksudmu apa, ngomong kok muter-muter kayak drum molen, apa mau ngajak kelahi, ngajak perang? “Kalau mau ngomong sejarah, sana ngomong sama guru, dosen atau sama ahli sejarah, jangan ngomong sama aku, aku nggak ngerti itu.

“ Nggak Nyul, bukan itu maksudnya, maksudnya aku mau kasih kamu informasi.

“ Nggak butuh informasimu, aku mau tidur lagi. “Awas kalau ganggu lagi berarti kamu ngajak perang. 

“ Yah, pemuda apalagi ini, cuma rebahan terus ngimpi jadi kaya. “Nggak ada perjuangan sama sekali. ini namanya pemuda harapan bangsa. (Tertawa cekakakan)

“ Akh… Mulutmu memang mau ngajak perang, sini biar ku cucuk itu mulutmu!

“ lho malah marah-marah terus ngajak kelahi, zaman sekarang kok kelahi fisik. itu primitif, barbar. 

Mulutmu itu yang toxic bikin panas darah, pokoknya kita perang!

“ Ini bukan tempat perang kalau kita perang kita yang sama – sama rugi. Nah Ini Artfriend jangan di contoh kelakuan Minyul ini. perang zaman sekarang itu iya kompetisi seperti yang sedang diadakan oleh Artiseni di program katamata 2021. 

“ Eh kamu ngomong sama siapa kok kayak kesurupan gitu?

“ Ngobrol sama Artfriend teman-temanku, nah Ini yang tadi mau ku kasih tau sama kamu.

“ Soal perang? 

“ Iya.

“ Jadi kita perang ini. (Mengepalkan tangannya)

“ Bukan perang yang kamu maksud itu, sini duduk sini dan dengarkan dulu. Hari ini itu lomba katamata digelar.

“ Apa itu katamata, yang dipakai untuk membantu melihat itu?

“ itu kata kiasan yang digunakan untuk nama program dari lembaga seni Artiseni untuk ajang kompetisi mengekspresikan bakat seni.

“ Oh begitu. terus?

“ Program katamata sudah diselenggarakan untuk yang kedua kalinya. dan katamata competition contemporary art 2021 dengan tema Sajak-Sajak Padamu Negeri untuk ajang kompetisi membaca puisi diikuti oleh 27 Peserta untuk memperebutkan juara I.II.II serta dua juara favorit penonton.

“ Ada hadiahnya nggak itu, sia-sia ikut lomba nggak ada hadiahnya?

“ Iya itu ada apresiasinya dari lembaga Artiseni. juara I dapat 500 ribu rupiah, Juara II dapat 250 ribu rupiah. juara III mendapatkan 150 ribu rupiah dan juara favorit dapat kenang-kenangan merchandise cantik dari Artiseni. 

“ Kok kecil amat hadiahnya, si Amat aja nggak kecil- kecil amat?

“ Itu karena program ini mandiri jadi tidak disponsori sama pemerintah, sama perusahaan swasta. jadi iya itu apresiasi yang bisa diberikan.

“ Lho padahal inikan program bagus kenapa gak didukung, seni gitu lho?

“ Mereka baru sibuk ngurusin covid jadi nggak ada waktu untuk mengurusi seni-senian nggak profitable.

“ Lha terus kamu ngapain buat-buat lomba kalau nggak ada untungnya? 

“ ini itu masalah dedikasi, apa kamu nggak merasa bosan, malas, terus buang-buang waktu dengan melakukan hal yang tidak bermanfaat. Kayak kamu tadi cuma tiduran, main game atau buat video yang nggak jelas hanya untuk menyenangkan diri sendiri mendingankan buat lomba jadi semua orang bisa mengekspresikan dirinya dan seni bisa jadi terapi ampuh untuk meredakan stress.

Betul kalau itu, terus gimana? 

Admin-Art

Admin-Art

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

  • iklan.jpg
Kunjungi Chanel Youtube Artiseni
27 Karya Peserta Lomba Membaca Puisi Kontemporer telah di Upload
id Indonesian
X