Artiseni
perjuangan pengrajin gerabah melawan situasi pandemi covid 19
Cloud Hosting Indonesia

Dampak Covid 19 Pada Pengrajin Gerabah

Hai Artfren, bagaimana kabarnya? Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan. Jangan jadikan covid-19 sebagai alasan untuk berhenti berkarya ya! Karena semua itu pasti ada hikmahnya. Teman-teman di sini pasti sudah tidak asing lagi dengan kerajinan gerabah. Tapi, ada yang tahu tidak bagaimana nasib pengrajin gerabah selama pandemic? Kalau belum, simak tulisan ini sampai akhir ya!

Kerajinan gerabah adalah salah salah satu jenis seni kriya yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk, lalu di bakar. Tanah liat itu nantinya dijadikan perabotan yang digunakan manusia untuk membantu aktivitas sehari-hari. Selain Kasongan, ternyata ada pula desa lain pengrajin gerabah di Bantul. Jetis merupakan salah satu dusun di Kecamatan Pundong ,Bantul yang mana mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai pengrajin gerabah. Bahkan, produksi gerabah di sana sudah ada sejak jaman nenek moyang. Kemudian dilakukan secara turun temurun hingga sampai saat ini. Produk yang dihasilkan juga bervariasi dan terus berkembang sesuai jamannya.

Baca Juga : Dampak Covid Di Sentra Kerajinan Cibaduyut

Dulu, kerajinan gerabah ini dibuat dari tanah sawah biasa atau lumpur. Barang yang dihasilkan masih sederhana. Misalnya berupa kendi, cobek, keren, sangan dan perabotan tempo dulu lainnya. Sedangkan sekarang, ada yang masih menggunakan tanah sawah, namun ada pula yang sudah menggunakan bahan dari tanah liat. Beberapa penduduk Dusun Jetis ada yang bisa mengolah tanah liat itu sampai nantinya bisa digunakan. Kemudian, para pengrajin gerabah akan membelinya . Selain itu, ada pula pengrajin yang membeli tanah liat itu di daerah lain seperti Kasongan.

Kerajinan gerabah yang mereka produksi di masa modern ini adalah tempat pensil, pot bunga, celengan. Adapula souvenir untuk pernikahan seperti tempat lilin, dan asbak. Barang- barang itu nantinya cetak dengan berbagai macam karakter hewan atau kartun. Kemudian diberi cat agar terlihat lebih menarik. Sedangkan untuk penjualannya, biasanya sudah ada pihak yang memesan. Jadi, para pengrajin itu tinggal membuat sesuai dengan apa yang diinginkan pembeli. Harga untuk souvenir pernikahan berkisar antara Rp.3000,00-Rp.5000,00, celengan Rp.10.000-Rp.15.000. Sedangkan, pot bunga bervariatif tergantung ukuran, yaitu antara Rp.5000,00-Rp.50.000,00.

Baca Juga : Pesona Ukiran Kampung Betawi

Foto : Alfi Yulia Nur Prastiwi

Selama musim covid-19, para pengrajin gerabah di Dusun Jetis juga merasakan dampak yang ditimbulkan dari wabah ini. Mereka sempat benar-benar berhenti memproduksi gerabah. Sebab, tidak adanya pesanan sama sekali. Mengingat bahwa covid-19 juga melarang adanya kerumunan. Tidak adanya acara pernikahan, otomatis pembeli souvenir juga tidak ada. Termasuk yang dialami oleh Bapak Ponijo yang mulai menjadi pengrajin gerabah sejak tahun 2000.

Foto : Alfi Yulia Nur Prastiwi

“Sukanya tuh kerjaannya bisa di rumah gitu lho mbak. Kalau dukanya ya kalau musim yang jarang orang nikahan,jadi kan pesanannya juga ikut sepi. Terus pas awal pandemi kemarin sempat berhenti kurang lebih dua bulan blas (sama sekali) nggak ada pesanan. Soalnya acara nikahan itu berkurang. Tapi, setelah itu rame musim tanaman. Jadi, Alhamdulillah ada pesanan pot dan bisa produksi lagi sampai sekarang,” tulis Alfi Yulia Nur Prastiwi yang merupakan putri dari Bapak Ponijo saat wawancara online oleh salah satu tim jurnalis Artiseni via whatsapp pada Rabu,10 Maret 2021 pukul 17:13 WIB.

Nah, itu tadi pemaparan dari saya mengenai produksi kerajinan gerabah di Dusun Jetis, Kelurahan Panjangrejo saat Covid-19. Jangan lupa untuk like, komen, dan share artikel ini ke media sosial yang kamu punya ya! Semoga bisa bermanfaat untuk banyak orang.

Narasumber : Alfi Yulia Nur Prastiwi

Penulis : Dahestin Yusehadi

Penyunting : Budy M Kurniawan

Admin-Art

Admin-Art

Arsip

Instagram

Error validating access token: The session has been invalidated because the user changed their password or Facebook has changed the session for security reasons.

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

id Indonesian
X