Artiseni
Kawasan Cibaduyut Sepi Pengunjung
Cloud Hosting Indonesia

Kawasan Cibaduyut : Tempat Sentra Kerajinan yang Mengalami Kemunduruan

Cibaduyut adalah salah satu tempat sentra pengrajin alas kaki terbesar dan tertua di Kota Bandung. Para pengrajin sudah melakukan kegiatan ini secara turun menurun. Terkenal dengan pusat kerajinan yang awalnya sepatu kulit dengan harga terjangkau namun berkualitas.

Artfren, ternyata ada kawasan sentra pengrajin sepatu di kota pasundan yang sudah tua loh. Nah, kawasan tersebut berada di Cibaduyut. Kalau kalian sering dengar “Sepatu Kulit Cibaduyut” itu bukan merek sepatunya, tetapi daerah yang memproduksi sepatu kulit terebut. Seiring berjalannya waktu, produk-produk yang dijual tidak hanya sepatu saja dan sekarang sudah merambah ke dompet, tas, topi, jaket, boneka, dan ikat pinggang yang pastinya tetap berbahan kulit. Ternyata dalam memproduksi berbagai macam barang dari bahan kulit masih berbasis home industry sebagai salah satu cara menumbuhkan perekonomian masyarakat tersebut.

Cibaduyut adalah salah satu tempat sentra pengrajin alas kaki terbesar dan tertua di Kota Bandung. Para pengrajin sudah melakukan kegiatan ini secara turun menurun. Terkenal dengan pusat kerajinan yang awalnya sepatu kulit dengan harga terjangkau namun berkualitas. Pengunjung dapat membeli berbagai macam barang berbahan kulit dengan harga terjangkau dibandingkan dengan daerah lain.

Baca Juga Art Untuk Media Kritik

Dalam perkembangannya, sentra pengrajin Cibaduyut mulai muncul pada tahun 1920-an saat Indonesia masih dikuasai Belanda. Awalnya, warga setempat yang bekerja pada  pabrik sepatu milik orang Tionghoa mulai merintis Industri Kecil Menengah. Karena pesanan terus berkembang pesat, sehingga produsen banyak merekrut pekerja dari warga sekitar untuk terlibat dalam proses produksi. Warga sekitar pun mendapatkan keuntungan berupa materi dan proses pembuatannya.

Tahun 1940, pengrajin sepatu Cibaduyut semakin meningkat karena kualitasnnya yang baik dan sesuai dengan keinginan pembeli. Kemampuan pengrajin pada saat itu sudah terbilang maju karena mereka sanggup menangani pesanan-pesanan dari pedagang besar maupun kecil baik dari Bandung atau luar Bandung. Tahun 1950, jumlah unit usaha sepatu semakin bertambah banyak lagi. Oleh karena itu, pesatnya perkembangan unit usaha menyebabkan Cibaduyut terkenal sebagai sentra pengrajin sepatu terbesar di Bandung pada tahun 1978.

Pembeli sedang melihat-lihat sepatu kulit Cibaduyut/Sumber:Sumber : disparbud.jabarprov.go.id

Baca Juga Maestro seni rupa dari tanah Osing

Pusat perbelanjaan sepatu Cibaduyut Bandung mulai meredup setelah terjadinya krisis moneter tahun 1998 dan memasuki tahun 2000. Banyaknya produk sepatu impor yang masuk ke dalam negeri dan menurunnya branding menjadi alasan utama. Jumlah pengrajin sepatu yang semakin sedikit disebabkan beberapa faktor, seperti regulasi pemerintah yang dianggap menghambat pertumbuhan industru kulit dalam negeri. Contohnya adalah sejak diberlakukan pasar perdagangan bebas China tahun 2010. Sejak saat itu, terjadi kegiatan Ekspor dan Impor produk Indonesia dengan China.

Kawasan pengrajin sepatu Cibaduyut yang dulu terkenal karena prosesnya dibuat oleh tangan berkualitas, namun kini setiap toko yang ada di Cibaduyut banyak memajang sepatu yang bukan asli buatan tangan orang Cibaduyut. Banyak sepatu buatan pabrik yang dikirim ke beberapa toko di Cibaduyut untuk dijual kembali. Dampak lainnya adalah telah bergesernya kawasan pengrajin sepatu menjadi pusat perbelanjaan sepatu. Para pemilik-pemilik modal besar telah merenggut hak warga asli cibaduyut.

Admin-Art

Admin-Art

Arsip

Instagram

Error validating access token: The session has been invalidated because the user changed their password or Facebook has changed the session for security reasons.

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

id Indonesian
X