Artiseni
Philosophy Gang

Lagu Malaria yang Menggema dari Harry Roesli Gang

Bagi pecinta musik sepanjang era 1970-an, mungkin akan mengenal dengan grup band Harry Roesli Gang. Digagas oleh Harry Roesli, Hari Pochang, Indra Rivai, Albert Warnein, Janto Soedjono, dan Dadang Latiev.

Proyek musik tersebut tercipta saat Harry Roesli dkk tengah berkuliah di ITB. Awalnya, grup musik tersebut hanya dibuat untuk proyek senang-senang karena mempunyai kesamaan dalam hobi dan genre musik. Lambat laun, kesenangan itu berbuah menjadi album.

Pada tahun 1973, mereka merilis Philosophy gang oleh Lion Records Singapore. Album ini memuat tujuh lagu, lima di antaranya diciptakan oleh Harry dan dua lainnya ditulis oleh Albert.  Dalam  albumnya  yang sangat  terkenal  itu, kita diperlihatkan kemahiran Harry

Roesli memadukan genre musik. Sebut saja rock, blues, funk, dan jazz bisa dipadukan dengan baik oleh Harry Roesli.

Harry Roesli disebut sebagai seniman serba bisa. Ia musisi rock luar biasa, komposer hebat, dan pemain teater yang apik. Lahir di Bandung pada 10 September 1951 dengan nama Djauhar Zaharsyah Fachrudin Roesli. Tumbuh dari keluarga yang mempunyai privilege. Ayahnya seorang Purnawirawan Mayor Jenderal TNI dan Ibunya bekerja sebagai dokter. Kakeknya yaitu Marah Roesli seorang penyair sasta yang menulis Siti Noerbaja (1922).

Perkenalannya dengan musik dimulai ketika ia rutin mendengarkan The Rolling Stone, Gentle Giant, sampai John Milton Cage Jr. Namun, ia terpikat dengan Frank Zappa. Seiring bertambahnya usia, Harry kian mantap dengan memilih sebagai musisi untuk menjalani kehidupan.

Tetapi, keinginannya sempat ditolak oleh orang tuanya. Menurut mereka, Harry tidak akan merasa cukup dalam menjalani kehidupan menjadi musisi. Bermain musik tidak akan menjadi masa depan dan hanya sebataas hobi saja.

Dukungan untuk Harry tumbuh dari kakaknya yang mencoba membela pilihannya dan mencoba menyakinkan keluarga bahwa Harry akan bahagia dengan musik. Kedua orang tua Harry akhirnya pun luluh.

Kepiawaian Harry Roesli dalam mengkombinasikan musik dan menciptakan lirik dibuktikan dalam lagu Malaria di album Philosophy Gang. Meskipun itu, makna dari lagu tersebut masih menjadi perdebatan. Lagu ini mendapatkan peringkat 44 majalah Rolling Stone Indonesia sebagai salah satu lagu terbaik Indonesia sepanjang masa.

Admin-Art

Admin-Art

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

  • iklan.jpg
id Indonesian
X