Artiseni

Melirik Gaya Kritik Seno Gumira Ajidarma Dalam Buku Jazz, Parfum dan Insiden

Sistem pemerintahan suatu negara tak pernah luput dari kritikan. Banyak cara dilakukan, mulai dari teriakan lantang antar muka atau suara bawah tanah melalui karya sastra.

Seno Gumira Ajidarma adalah seorang jurnalis yang juga seorang sastrawan. Kritiknya yang tajam terhadap penguasa di pemerintahan selalu dituangkan pada setiap cerita pendek yang ia rangkai.

Meski gaya penulisannya bisa dibilang nyentrik, Seno mampu membawa pembacanya tenggelam dengan nyaman di setiap kalimat yang ia rangkai. Kisah tragis dan suram yang dibawakan, serta cerita yang selalu melekat dengan ketidakwajaran yang terjadi adalah ciri khas dari karya Seno Gumira Ajidarma.

Jazz, Parfum, dan Insiden merupakan edisi ke dua Trilogi Insiden, lahir dari adanya peristiwa Dilli pada November tahun 1992 silam. Buku ini menggambarkan bagaimana kekejaman pemerintahan semasa Soeharto memimpin. Perilaku nyeleneh yang dilakukan aparat kepada masyarakat dibalas oleh kritikan halus yang ditulis Seno. 

Cover Buku Jazz, Parfum, dan Insiden/Sumber:mojokstore.com

Kepiawaian Seno dalam mengolah kata tak perlu diragukan lagi, jalan cerita dan metafora yang ia ciptakan mampu merasuki pikiran siapapun yang membacanya. Begitu membaca buku ini, pembaca seperti menggali lubang pengetahuan baru.

Admin-Art

Admin-Art

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

  • iklan.jpg
Kunjungi Chanel Youtube Artiseni
27 Karya Peserta Lomba Membaca Puisi Kontemporer telah di Upload
id Indonesian
X