Artiseni

Mengukir Kampung Betawi Tempo Doeloe Menggunakan Sampah

Pandemi Covid-19 yang sudah satu tahun berjalan memaksa menghambat semua aktivitas
manusia apalagi yang dilakukan secara berkumpul. Pada akhirnya masyarakat perlahan-lahan
beradaptasi dan menemukan caranya sendiri dalam menghadapi pandemi.

Salah satu yang terdampak adalah aktivitas kebudayaan dimana para seniman biasa menyelenggarakan festival, pameran hingga perlombaan. Nasir atau kerap disapa Bang Nasir merupakan maestro Topeng
Blantek dan satu di antara banyak seniman yang beralih profesi selama masa pandemi.

Nasir sedang menunjukan peralatan melukisnya/Sumber: Muh Rido

“Kalo sekarang mah jamannya Corona gak ada panggilan mentas, satu juga kaga,” kata Bang
Nasir ketika ditemui Rabu, (10/03) beberapa waktu lalu dikediamannya, Jalan Ciledug Raya
Gang H. Ridi No.88, Ulujami, Jakarta Selatan.

Keahliannya dalam keaktoran sudah tidak diragukan lagi, namun apa daya pandemi melanda
dan memaksanya berkarya dalam hal lain. Kesukaannya melukis sejak kecil ia asah kembali dan
dituangkan dalam sebuah bingkai namun bukan dalam bentuk sebuah lukisan melainkan suatu
kreativitas yang lain.

“Jadi karya ini bisa dibilang penggabungkan tiga unsur seni, lukisan, ukiran dan semacam relief”, ujarnya ambil menghisap sebatang rokok yang tersisa setengah batang.

Bukan tanpa alasan dirinya menekuni kembali dunia seni rupa. Hal ini karena melihat beberapa
pelukis seperti Affandi dimana ketika akan melukis membutuhkan alat dan bahan yang cukup
mahal dan sulit didapat lantaran biaya yang tak memadai.

“Awalnya sih di pinggir jalan ngumpulin kayu-kayu bekas pakai dan ranting-ranting pohon yang
udah jatoh, terus nonton YouTube seputar melukis barulah muncul ide untuk membuat
semacam lukisan tetapi bentuk-bentuknya diukir seperti relief dan seperti inilah hasilnya,” kata
Bang Nasir lagi.

Bahan utama membuat seni ukir tersebut adalah kayu yang ia dapatkan dari hasil meminta
kepada pengrajin mebel, bongkaran rumah dan tukang buah yang biasanya banyak memiliki
bekas peti buah. Semua bahan-bahan tersebut adalah kondisi bekas dan sisa kecuali lem kayu,
pernis dan paku yang memang harus dibeli.

Admin-Art

Admin-Art

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

  • iklan.jpg
id Indonesian
X