Artiseni

Mengulik Genre Musik Blues dari Duo Endah N Rhesa

“When you love someone

Just be brave to say that you want him to be with you

When you hold your love

Don’t ever let it go

Or you will lose your chance

To make your dreams come true…”

Penggalan lirik dari lagu berjudul “When You Love Someone” yang mengudara sejak tahun 2009 dan menjadi lagu yang dikenal banyak masyarakat itu membawa kembali pada kenangan indah mengenai cinta kepada para pendengarnya.

Endah (kanan) N Rhesa (kirii)/Foto:media sosial Endah N Rhesa

Lagu tersebut dibawakan dengan apik oleh Endah Widiastuti dan Rhesa Aditya yang merupakan sepasang musisi dengan nama panggung “Endah N Rhesa”. Tidak hanya menjadi pasangan dalam dunia permusikan, namun di dunia nyata pun mereka merupakan sepasang suami-istri yang telah bersama sejak tahun 2004 dan telah menikah sejak tahun 2009 lalu.

Berbagai elemen musik atau genre campur antara folk, jazz, blues, rock n’roll dan ballads yang digunakan Endah N Rhesa dalam lagu mereka tak mengurangi keindahan alunan yang disampaikan kepada para pendengarnya, khususnya penikmat musik.

Salah satu penampilan apik Endah N Rhesa yakni dalam acara “Bali Blues Festival 2019” atau BBF 2019, yang diselenggarakan di Nusa Dua, Badung, Bali pada 13 Juli 2019 lalu. Membawakan berbagai macam lagu andalannya seperti Blue Day, No Where to Go, Baby it’s You, Have A Minute, dan Summer Time.

Diawali dengan kecintaan terhadap beberapa macam genre musik, Endah, vokalis dari Duo Endah N Rhesa, menyebutkan dalam liputan Genpi.co, walaupun berkecimpung pada ranah musik ballad dan pop, namun tak menutupi beberapa genre lain yang didengarkannya seperti musik jazz, funk, blues., terutama old blues.

Dikutip berdasarkan hasil wawancara Endah dengan Genpi.co juga, Endah menyebutkan bahwa genre blues sendiri bisa membawa dirinya untuk menjadi seseorang yang lebih berempati dalam membuka satu cakrawala baru. Bercerita bahwa ia menemukan pula sebuah lagu yang bercerita mengenai buah-buah bergelantungan di atas pohon. Walaupun ternyata implementasi dari buah tersebut merupakan sebuah “mayat” orang kulit hitam atau negro yang digantung dan bercerita mengenai kasus isu rasisme yang ada di lingkungan baik di dekat kita ataupun yang sebenarnya belum kita ketahui.

Penulis: Hedwige Gevelyne

Penyunting: Nada Pertiwi

FReferensi:

  1. https://www.genpi.co/seleb/72589/endah-widiastuti-blues-buka-cakrawala-baru
  2. https://mediaindonesia.com/hiburan/247235/endah-n-rhesa-perdana-di-bali-blues-festival
  3. https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20171130171418-227-259284/cerita-romantis-endah-n-rhesa-di-balik-panggung
  4. https://www.azlyrics.com/lyrics/endahnrhesa/whenyoulovesomeone/
Admin-Art

Admin-Art

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

  • iklan.jpg
Kunjungi Chanel Youtube Artiseni
27 Karya Peserta Lomba Membaca Puisi Kontemporer telah di Upload
id Indonesian
X