Artiseni
Cloud Hosting

MIRAI NO MIRAI (2018)

Oleh : Bima Chrisanto

Pernah berpikir untuk menjelajah lintas waktu? Bertemu dengan keluargamu dari masa lalu maupun masa depan. Mungkin hal itu tidak akan terlintas dipikiran kecil Kun bocah berumur empat tahun yang secara tidak sengaja mengarungi ruang dan waktu. Kun merasa cemburu ketika keluarga kecilnya kedatangan anggota baru bernama Mirai. Mirai kecil dengan cepat menarik seluruh perhatian ayah dan ibu.

Kun yang merasa kurang diperhatian orang tuanya memilih bermain di taman tengah rumah. Siapa sangka taman yang berada di tengah-tengah rumah memiliki kekuatan magis. Petualangan mengarungi ruang dan waktu pun terjadi, Kun dan Mirai dari masa depan mengungkap kisah keluarga mereka yang sungguh luar biasa.

Film garapan Mamoru Hosoda sukses menarik perhatian dunia. Film ini secara ekskusif diputar pada 16 Mei 2018 pada Festival Film Cannes. Tak tangung-tanggung lima penghargaan berhasil dibawa pulang ke Jepang. Apa yang sebenarnya membuat film ini begitu fenomenal sampai meraih lima penghargaan internasional?

Cerita yang begitu relatable dengan kenyataan. Plot cerita yang ingin disampaikan Mamoru Hosoda sungguh sederhana, Ayah yang dianggap tidak kompeten, ibu muda yang harus mengurus dua orang anak. Dalam kultur Asia kita biasa melihat hal tersebut. Persaingan merebut perhatian antar saudara dan hal-hal sederhana lain yang bisa didapatkan dalam film ini.

Animasi ini memang bertemakan tentang keluarga, namun saat kita memposisikan diri sebagai orang dewasa ketika menonton film ini (mungkin) akan banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan. Tentang bagaimana menjadi orang tua yang baik atau memposisikan diri ketika ada persaingan antar saudara. Film ini menjadi semakin mudah dipahami karena mengambil sudut pandang seorang anak kecil berumur empat tahun.

Selain cerita yang begitu dekat dengan kita, ada beberapa fakta menarik dari film ini. Mirai No Mirai  (2018) menjadi film animasi Jepang pertama di luar Studio Ghibli yang dinominasikan dalam kategori Best Anime Feature, juga menjadi film pertama dari Jepang yang Premier di Festival Film Cannes.

Mekipun secara tampilan visual tidak sefenomenal karya Makoto Shinkai, ataupun seterkenal karya Studio Ghibli, film ini tidak kalah kualitasnya. Paling tidak film ini layak masuk dalam daftar film yang harus ditonton sekali seumur hidup.

Referensi:

https://www.thestar.com/entertainment/movies/review/2018/12/20/mirai-of-the-futures-merely-adequate-art-detracts-from-its-mature-moral.html

https://www.kincir.com/movie/anime/mirai-no-mirai-versi-bahasa-inggris

https://www.imdb.com/title/tt6900448/awards?ref_=tt_awd

https://www.rottentomatoes.com/m/mirai/reviews?type=top_critics

https://nypost.com/2018/11/30/mirai-cultivates-fine-animation-but-this-magic-garden-is-grating/

Penyunting:

Nada Pertiwi

Admin-Art

Admin-Art

Arsip

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, Maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

id Indonesian
X