Artiseni
Cloud Hosting Indonesia

Musik Blues Lebih Dari Sekedar Lagu Pengantar Tidur

Popularitas musik blues di Indonesia memang terbilang kecil. Jauh dari lagu pop atau dangdut yang mengakar di kehidupan masyarakat. Melodi emosional membuat beberapa orang menganggap blues sebagai musik malas pengantar tidur.

Pertunjukan musisi blues tentu tidak bisa disamakan dengan jingkrak-jingkrakan di konser band pop apalagi heavy metal. Jauh daripada itu, musik blues punya makna lebih dari hanya ‘musik malas’ dan emosional.

African-american blues musician, John Dee Holeman/Foto:djarumcoklat.com

Blues identik dengan perasaan emosional? Ya tentu karena sejarah awal blues memang demikian. Musik ini bermula dari nyanyian budak Afrika yang terpaksa bekerja di Amerika Serikat selama Perang Saudara akhir abad 19.

Nyanyian itu menggambarkan kehidupan menyedihkan sekaligus penyemangat bagi kaum tertindas. Berbeda dengan penyanyi genre lain yang menggambarkan lagu lewat lirik, penyanyi blues menyampaikan makna lagu lewat perasaan dan teknik menyanyi. Hal tersebut membuat musik blues terdengar sedih walaupun liriknya tidak selalu berisi kepedihan.

Perkembangan zaman setelahnya menumbuhkan aliran blues yang lebih ‘ramai’, seperti Chicago blues atau blues rock.

Bagi orang yang mengalami gangguan tidur atau tidak bisa tidur dalam keadaan sunyi, mendengarkan musik bervolume rendah sering menjadi solusi. Dalam hal ini, melodi blues yang pelan dan mellow tentulah cocok. Tapi, manfaat musik blues lebih dari itu.

Terapi musik telah lama menjadi salah satu metode pengobatan dan pelatihan bagi pasien gangguan fisik maupun mental. Sebuah pusat kesehatan jiwa dan rehabilitasi di New York, Nursn’ Blues, menggunakan musik blues untuk merawat pecandu. Terapi musik mendorong komunikasi, konsentrasi, dan kesadaran pasien lewat mendengarkan, bermain, dan menulis lagu. Genre blues mereka pilih karena mampu mengobati perasaan pasien tanpa perlu kemampuan bermain musik yang hebat, cukup mampu bermain beberapa tangga nada.

Lagu blues tidak selalu menjadi lagu nina bobo. Aliran blues rock, contohnya, lebih cocok jadi musik penyemangat saat bangun. Mendengarkan musik di pagi hari mampu meningkatkan dopamine yang mempengaruhi emosi kita. Peneliti menyebut, mendengarkan musik tipe tertentu akan mempengaruhi mood kita.

Ini lah alasan mengapa kita merasa sedih saat dengar lagu sedih atau ingin menari saat dengar lagu dansa. Coba dengarkan Mengejar Harapan-nya Gugun Blues Shelter sebelum beraktivitas dan mulai hari dengan penuh semangat.

Sayangnya, blues masih kalah pamor dari lagu genre lain di telinga penikmat musik Indonesia. Wadah musik blues di media massa mainstream pun belum terlalu dijamah, padahal gelaran besar macam Bali Blues Festival dan Jakarta Blues International Festival sering terlaksana di Tanah Air. Musisi blues Indonesia butuh lebih banyak tempat dan dorongan untuk terus berkarya sekaligus mempromosikan genre ini kepada masyarakat umum.

Penulis: Erwina Rachmi

Penyunting: Nada Pertiwi

Admin-Art

Admin-Art

Arsip

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

id Indonesian
X