Artiseni

Orenjirozu: Grup Musikalisasi Puisi Asal Jogja

Orenjirozu merupakan grup musik musikalisasi puisi yang baru saja terbentuk pada bulan November lalu di Yogyakarta. Orenjirozu tampil perdana pada acara Malam Nonton Sastra (MANTRA) yang diselenggarakan oleh Artiseni Production pada Selasa (10/11) kemarin di panggung Lippo Plaza Jogja. Dalam bahasa Jepang, grup ini berarti mawar jingga.

Sesuai dengan namanya, Orenjirozu memiliki sebuah filosofi semangat membara yang menggelora dari anak muda yang haus akan ilmu dan ingin terus berkarya. Tujuan dari berdirinya Orenjirozu yaitu mengajak anak muda untuk mencintai karya seni, apresiasi seni, dan senantiasa selalu haus akan ilmu.

Orenjirozu terdiri dari lima anggota yaitu Muslim sebagai gitaris, Ahmad Solikin sebagai kajonis, serta trio vokalis yang terdiri dari Dinda Wiati Ning Asih, Tegar Restu, dan Tabia. Ketika pertama kali tampil, Orenjirozu membawakan dua buah lagu musikalisasi yaitu Kabut dan Debu karya Camelia Yuni Yuliati dan Kekuatan dari Dalam karya Muslim dan Ardito.

Pada awal perjalanannya, Orenjirozu terbentuk karena mereka sama-sama menyukai puisi, kegemaran mereka membuat puisi, sering berbagi dan bertukar puisi, serta menggabungkan dan membuat sebuah rangkaian lagu dari puisi yang mereka ciptakan.

Selama berkarya, Orenjirozu sempat mengalami kendala pada ide pada saat  pembuatan puisi serta pengaturan jadwal berdasarkan kesibukan para anggota masing-masing. Orenjirozu juga mendapatkan dukungan penuh dari pihak keluarga mereka, termasuk orangtua selama kegiatan tersebut positif.

Namun, Dinda, begitu akrab disapa, mengaku belum sempat memberitahu kepada pihak keluarganya bahwa dia telah bergabung sebagai vokalis Orenjirozu. “Untuk keluarga sendiri, untuk saya pribadi kebetulan orangtua tidak tahu pasti gitu. Tidak. Bahkan, mungkin belum tahu kalau saya membentuk suatu grup atau ikut bergabung dalam suatu grup yang bernama Orenjirozu. Yang orangtua saya tahu atau keluarga saya tahu selama ini ketika ada telpon atau apa, Sedang apa? Lagi ngapain? Sedang latihan. Sedang latihan apa? Musikalisasi puisi. Jadi, belum tahu secara mendetail gitu,” ungkap Dinda.

Orenjirozu biasanya rajin melakukan latihan setiap hari pada pukul 19:00-21:00 WIB, termasuk ketika akan pentas. Namun, untuk saat ini Orenjirozu belum melakukan latihan rutin secara produktif karena kesibukannya masing-masing.

Melalui berdirinya Orenjirozu, mereka berharap agar tetap bisa berkarya, menuangkan pendapat mereka melalui sebuah karya seni, mengajak anak muda untuk berkarya dan mengaprasiasi seni, untuk terus belajar, selalu haus ilmu, dan terus berkarya. Mereka juga berencana bahwa mulai tahun depan mereka ingin mendokumentasikan apa yang telah mereka buat bersama seperti membuat suatu rekaman hasil karya bersama. 

Penulis: Radixa Meta

Penyunting: Nada Pertiwi

Admin-Art

Admin-Art

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

  • iklan.jpg
id Indonesian
X