Artiseni

Pahatan Indah Di balik Erupsi Merapi

Oleh: Erwina Rachmi Puspapertiwi

Kerajinan patung Budha kontemporer/Erwina Rachmi

Erupsi Gunung Merapi momok tak terlupakan masyarakat Magelang dan Yogyakarta. Abu, awan panas, dan lahar salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia ini membayangi kehidupan mereka. Abu mematikan tanaman dan lahar dingin mengancam perumahan.

Tapi, ada kisah lain lho di balik erupsi Merapi.

Letusan Merapi membawa turun material, seperti pasir dan batu. Material ini warga manfaatkan untuk menyambung kehidupan mereka. Truk penambang pasir silih berganti membawa pasir ke lokasi pembangunan. Batu-batu yang ada dipahat menjadi kerajinan patung, alat rumah tangga, hingga hiasan.

Kecamatan Muntilan adalah pusat kerajinan batu di Kabupaten Magelang. Kios batu memenuhi Jalan Raya Magelang-Yogyakarta. Dikutip dari humas.jatengprov.go.id, ada tiga jenis batu Merapi bahan pahatan, yaitu batu berwarna kemerahan, hitam, dan putih.

Pengerajin pahat batu memproduksi berbagai kerajinan, seperti miniatur candi, patung Budha, Ganesha, cobek dan ulekan, serta hiasan taman berupa air mancur dan lampion. Tidak hanya lokal, mereka menjual pahatan ke turis Malaysia, Amerika, Jerman, dan Belgia. Harga jual kerajinan batu beragam, dari ratusan ribu hingga jutaan, tergantung jenis batu dan kesulitan pengerjaan.

Kalau mengingat erupsi tahun 2010, siapa sangka ya batu-batu itu mampu berubah jadi pahatan indah dan berkeliling dunia? Pemahat merubah material erupsi, yang berpotensi bencana susulan, jadi produk seni dan berharga jual.

Referensi:

Wong Magelang. https://magelangonline.com/wisata-kerajinan-pahat-batu-tamanagung/

Humas Provinsi Jawa Tengah. ttps://humas.jatengprov.go.id/detail_berita_gubernur?id=2495.

Penyunting:

Nada Pertiwi

Admin-Art

Admin-Art

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

  • iklan.jpg
id Indonesian
X