Artiseni
Pementasan Wayang Sebelum Pandemi

Pementasan Wayang Kulit Secara Virtual Selama Pandemic

Hai Artfren? Apa kabar nih? Semoga teman-teman semua selalu dalam keadaan sehat. Kali ini, saya akan membawakan seputar info mengenai wayang kulit. Pastinya, Artfren sudah tak asing dengan salah satu pertunjukan tradisional ini. Yups benar. Wayang kulit adalah salah satu kesenian tradisional dari Indonesia yang berkembang di Jawa. Bahkan konon, bukan hanya pertunjukkan saja. Namun, wayang kulit dijadikan sebagai media untuk permenungan menuju roh spiritual para dewa. “Wayang” berasal dari kata “ ma Hyang”, yang memiliki arti menuju spiritualitas Sang Kuasa. Tetapi, ada juga yang beranggapan bahwa “Wayang” berasal dati teknik pertunjukkan yang mengandalkan bayang/ wayang di layar.

Perkembangan Islam di tanah Jawa tidak terlepas dari peranan Walisongo. Salah satunya adalah Sunan Kalijaga yang memiliki nama kecil Raden Said. Sunan Kalijaga menggunakan metode dakwah yang tergolong unik untuk menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan adat dan budaya. Yaitu dengan wayang dan gamelan. Melalui pertunjukan wayang kulit, beliau menyelipkan nilai-nilai islam di dalam cerita  wayang tersebut.

Baca Juga : Wayang Ajen dari Jawa Barat

Sesuai dengan namanya, wayang kulit terbuat dari kulit. Lembaran kulit sapi berukuran sekitar 50x 30 cm ini dipahat dan dibentuk sesuai dengan karakter pewayangan.Di bagian tertentu sengaja dilubangi dan dilakukan pemasangan bagian tubuh seperti lengan atas dan siku. Selain itu terdapat pula tangkai sebagai penggerak bagian lengan. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang mengetahui alur dari cerita pewayangan yang akan dimainkan. Misalnya seperti  kisah Punakawan, Pandawa, Kurawa, atau Rama Shinta.

Pementasan Wayang Sebelum Pandemi
Pagelaran wayang kulit sebelum pandemic .

Adapula jenis-jenis wayang pada tiap daerah. Seperti wayang kulit Gagrag Yogyakarta, Gagrag Surakarta, Gagrag Banyumas, Gagrag Jawa Timuran, Bali, dan  lain sebagainya. Wayang kulit merupakan kekayaan nusantara yang mana cerita pewayangannya mengajarkan budi pekerti luhur, saling mencintai dan menghormati, serta diselipkan kritik sosial dan kisah lucu pada saat adegan goro-goro. UNESCO juga mengakui bahwa wayang sebagai warisan kekayaan budaya Indonesia yang  adiluhung pada tanggal 7 November 2003.

Di era pandemi seperti saat ini, masyarakat tidak diperbolehkan untuk mengadakan acara kerumunan. Namun, para seniman tidak kehabisan ide untuk tetap bisa produktif dan memberikan hiburan serta pertunjukan pewayangan. Dengan  didukung era modern seperti saat ini, para pegiat seni melakukan acara  pertunjukkan wayang secara virtual. Sehingga walaupun di rumah saja kita tetap bisa

menikmati pertunjukan tradisi tersebut tanpa harus berkerumun. Kita bisa menemukan acara wayang kulit virtual di channel youtube. Misalnya, pada channel youtube milik almarhum Ki Seno Nugroho yang di era pandemi ini dulunya sering mengadakan pertunjukkan wayang kulit virtual live streaming. Dinas Kebudayaan Yogyakarta juga pernah memutar ulang pagelaran pewayangan yang pernah di mainkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa di berbagai kampus di Yogyakarta sebelum covid-19 melanda.

Baca Juga : Panggung Wayang Orang Super Canggih

Nah seperti itulah apa yang bisa daya sampaikan mengenai Pagelaran Wayang Kulit Secara Virtual selama pandemi. Jadi, meskipun kita di larang untuk berkerumun,  para pegiat seni tak kehabisan ide untuk bisa memberikan tontonan seni tradisi yang berbobot untuk kita dengan cara virtual. Tentunya kita berterima kasih, karena tetap bisa mendapatkan hiburan pagelaran wayang tanpa harus berkerumun dan melanggar protokol kesehatan. Cukup sekian apa yang dapat saya sampaikan. Jangan lupa untuk like, komen, dan share artikel ini agar bisa memberikan informasi kepada masyarakat luas.

Referensi :

https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/wayang-kulit-kekayaan-seni- nusantara-yang-bernilai-adiluhung/

https://ppid.batukota.go.id/berita/detail/18-10-2020_pagelaran-wayang-kulit- virtual-meriahkan-hut-ke-19-kota-batu

https://jateng.inews.id/berita/sunan-kalijaga

Penulis : Dahestin Yusehadi

Penyunting : Radixa Meta Utami

Admin-Art

Admin-Art

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

  • iklan.jpg
Kunjungi Chanel Youtube Artiseni
27 Karya Peserta Lomba Membaca Puisi Kontemporer telah di Upload
id Indonesian
X