Artiseni
Film pendek 'Tekad'
Cloud Hosting Indonesia

Resensi Film Tekad : Bulatkan Tekad untuk Meraih Kesuksesan

Judul Film : Tekad

Produser : Fauzan Najmi

Sutradara : Wafir Budiman

Penulis Naskah : Wafir Budiman dan Ferdy Bagus Aryanto

Pemain Film : Widya Alvita Fitri, Bi Entet, Caroline Sopia Dewi, dan Tasya Marshanda Durasi Fill : 6 menit 14 detik

Produksi Film : SKDK Entertainment

Sinopsis

Menceritakan seorang anak perempuan desa bernama Widya Alvita Fitri yang ingin merantau ke kota untuk melanjutkan pendidikan, dengan harapan nantinya akan meraih kesuksesan di kota. Sebab, faktor ekonomi menjadi alasan utama keluarganya untuk merantau ke kota.

Hari pertama Widya bersekolah, ia mendapatkan ejekan dari siswa/i dari sekolah tersebut. Kemudian, datang seorang dua siswi yang menceritakan seorang anak perempuan desa bernama Widya Alvita Fitri yang ingin merantau ke kota untuk melanjutkan pendidikan, dengan harapan nantinya akan meraih kesuksesan di kota. Sebab, faktor ekonomi menjadi alasan utama keluarganya untuk merantau ke kota. Bernama Caroline dan Tasya untuk menaminya dan mereka berdua pun menjadi teman dekat Widya di sekolah.

Setelah setahun merantau, Widya telah menikmati masa bahagia di sekolah. Namun, suatu ketika Widya mendapatkan kabar bahwa ibunya telah meninggal dunia. Perasaan sedih dan murung mulai menimpa Widya. Tapi beruntung Widya mempunyai teman seperti Caroline dan Tasya yang menyemangatinya. Sehingga, tekad Widya untuk meraih kesuksesan di kota

Ulasan

“Tidak ada orang tua yang mengingkan jauh dari anaknya. Kalau tekadmu sudah bulat, pergilah. Tapi ingat, pesan ayahmu itu. Jadilah pemudi harapan Ibu Pertiwi ” Ujar orang tua kepada anaknya yang ingin merantau. Penuh makna mendalam agar anaknya bisa menjadi pemudi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar

Baca juga : Resensi Film ‘Avatar’ (2009)

Diawali dengan keinginan seorang gadis belia desa bernama Widya Alvita Fitri yang ingin merantau ke kota untuk melanjutkan pendidikan dengan meminta izin kepada orang tuanya. Namun, orang tuanya sempat ragu untuk mengabulkan permintaan anaknya. Alasan Widya merantau karena faktor ekonomi yang menjangkitinya, sehingga menjadi motivasi ingin meraih kesuksesan di kota.

Kemudian, ia bersekolah di salah satu SMK Negeri di Kota Garut. Tempat yang memiliki tata kelola jauh berbeda dengan desanya seperti adanya gedung bertingkat. Sehingga, kondisi yang dijalani, selalu membuat rindu desa kecilnya dengan hamparan perkebunan hijau. Kekhawatiran Widya pun muncul terhadap lingkungan perkotaan di sekolahnya.

Admin-Art

Admin-Art

Arsip

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

id Indonesian
X