Artiseni
Contoh pertunjukan kontemporer
Cloud Hosting Indonesia

Eska : Pertunjukan Kontemporer Pentas Tiga Bayangan

Hallo artfren, apa kabar? Kali ini saya membawakan artikel mengenai pertunjukan kontemporer. Ada yang tahu apa itu pertunjukan kontemporer? Pernah melihat pertunjukan kontemporer? Buat yang belum tahu maupun yang ingin tahu,yuk simak tulisan ini  hingga  akhir!

Pertunjukan kontemporer mulai berkembang dan bersifat mendunia pada tahun 1960an. Elemen-elemennya terdiri dari musik, tari, teater, dan video yang membentuk cabang seni yang unik dan menganggap peristiwa seni yang paling utama. Pada pertunjukannya, aspek improvisasi yang teatrikal sangat menguat jadi terkadang agak sulit buat dimengerti oleh penonton. Bahkan ada saatnya penonton juga dilibatkan sebagai bagian dari karya yang berlangsung.

Baca juga : Indahnya ‘Bouquet of Love’

Salah satu pertunjukan kontemporer adalah “Pentas Tiga Bayangan” yang diselenggarakan oleh salah satu UKM di UIN Sunan Kalijaga yaitu, UKM Teater ESKA. Pentas ini dilaksanakan pada tanggal 7 dan 8 April 2021 dengan masing-masing memiliki dua sesi yaitu, 15.00-17.00 dan 19.30-21.30 WIB. Penonton bisa menyaksikannya pada aplikasi LOKET.

Pentas Tiga Bayangan merupakan pertunjukan dengan konsep 3 naskah, dan 3 sutradara, dan 3 tata panggung dalam satu pementasan. Konteks dan isu yang dibangun dalam pementasan tersebut berbeda. Walaupun dari keseluruhan ada benang merahnya. Perbedaaanya dari jaman dulu dengan sekarang terletak pada perkembangan ide, wacana, dan konsep pementasan. Dalam situasi covid-19 ini, UKM Teater ESKA tetap berkreatifitas dengan mengadakan pentas secara virtual. “ Perihal pementasan biasanya kami rutin adakan tiap minggu, bulan, dan tahun. Sayangnya situasi dan kondisi seperti sekarang ini yang membatasi kami berkegiatan.” tulis Ahmad Rajulurrasyid selaku Lurah UKM Teater ESKA. Jadi, pentas virtual itu merupakan pentas pertama bagi mereka. Baik dari managemen event, konsep, dan sebagainya.

Judul yang dibawakan dalam pementasan ini diantaranya, Memeluk Badai, Kelaparan, dan Panduan Menari dari Tuhan . Madhur M. Alif merupakan sutradara sekaligur penulis naskah pada judul “ Memeluk Badai” dengan durasi sekitar 30 menit. Dalam penulisan, ia lebih mengacu pada pengalaman masing-masing aktor yang kemudian  disinkronkan  dengan sifat- sifat yang ada dalam diri manusia. Kemudian, dari masing-masing pengalaman tersebut masuk pada penokohan yang menggambarkan persoalan hidupnya sendiri.

Baca juga : Jahatnya ‘Malaria’

Admin-Art

Admin-Art

Arsip

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

id Indonesian
X