Artiseni
wayang limbah
Cloud Hosting

Seni Lingkungan Wayang Limbah Ki Samidjan dari Yogyakarta

Hai Artfren, kali ini kami akan memberikan informasi menarik bertemakan seni kontemporer. Menurut wikipedia, seni kontemporer adalah perkembangan seni yang terpengaruh dampak modernisasi dan digunakan sebagai istilah umum sejak istilah “Contemporary Art” berkembang di Barat sebagai produk seni yang dibuat sejak Perang Dunia II. Nah, untuk saat ini kami akan mengulas informasi mengenai salah satu cabang seni rupa kontemporer yaitu seni lingkungan.

Seni lingkungan merupakan serangkaian praktik artistik yang mencakup pendekatan historis terhadap alam dalam seni dan jenis karya ekologis dan bermotivasi politik yang lebih baru. Seni rupa lingkungan ini berbahan dasar sampah. Di Yogyakarta sendiri ada berbagai macam seni lingkungan yang bisa kita temui. Salah satunya adalah Wayang Limbah Samidjan.

Mungkin teman-teman sudah tidak asing lagi dengan wayang kulit, wayang beber, wayang suket. Namun bagaimana bila wayang tersebut terbuat dari limbah? Selain bisa meningkatkan kecintaan terhadap seni Indonesia dan terus berkreasi, wayang yang dibuat dari limbah ini tentunya adalah upaya merawat lingkungan.

Baca juga : Teater Karo Hip-Hop

Sosok inspiratif yang mempunyai ide membuat wayang limbah tersebut adalah Ki Samidjan Mangun Darsono. Berangkat dari mencoba dan penasaran, beliau membuat wayang pada tahun 2001 untuk mainan cucunya. Sebelumnya, Ki Samidjan pernah membuat wayang yang berbahan dasar karton dan seng. Namun, ketika sang istri pulang dari kantor dan membawa pulang map plastik tak terpakai, ide untuk membuat wayang dari plastik muncul. Hingga ketika ada limbah plastik bekas penutup pagar yang dibuang di dekat rumah, Ki Samidjan memanfaatkannya sebagai bahan membuat wayang. Mengingat bahwa plastik juga sangat sulit terurai, beliau berniat memanfaatkan limbah plastik untuk menjaga lingkungan dan mengurangi pencemaran.

Proses yang dilakukan untuk pembuatan wayang limbah adalah pembuatan bentuk dasar dengan berbagai alat diantaranya : solder, tang, kaca, pisau, dan cat. Setelah itu, dilakukan pengecatan sesuai tokoh wayang yang akan dibuat. Wayang limbah itu dicat dengan cat akrilik. Tak lupa membuat engsel-engsel layaknya wayang kulit. Bila dilihat, hasilnya bagus mirip dengan wayang kulit. Bahkan wayang limbah tersebut juga memiliki keunggulan. Perawatannya mudah. Karena bisa diletakkan dimanapun. Walau terkena panas dan hujan tidak rusak. Berkat kreativitasnya, Ki Samidjan mendapatkan penhargaan Kalpataru tingkat Provinsi DIY pada tahun 2018.

Baca juga : Beautiful We Are

Nah, seperti itulah informasi mengenai seni lingkungan berupa wayang limbah yang dibuat Ki Samidjan. Dari hal tersebut, kita bisa mengambil pesan penting yang bisa kita terapkan dalam kehidupan. Jadi, selain nguri-nguri budaya Indonesia, kita juga bisa turut serta dalam menjaga lingkungan agar bumi tetap sehat.

Jangan lupa untuk like jika teman-teman suka. Bila ada kritik maupun saran bisa tinggalkan jejak pada kolom komentar. Serta apabila memberikan manfaat untuk teman-teman silakan dishare agar dapat memberikan manfaat juga bagi orang lain. Terima kasih.

Penulis : Dahestin Yusehadi

Penyunting : Radixa Meta Utami

Admin-Art

Admin-Art

Arsip

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, Maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

id Indonesian
X