Artiseni
Tari Kontemporer Dahestin

Resensi Tari Kontemporer “Urip Urup”

Hallo Artfren, masih semangat untuk menyimak tulisan-tulisan kami  kan?  Setelah tulisan berisi tentang resensi seni pertunjukan, seni rupa, dan seni musik kontemporer, kali ini saya akan memberikan sedikit informasi mengenai salah satu seni tari kontemporer. Menurut artfren, apa sih tari kontemporer  itu? Pernah melihat tari kontemporer? Apa sih yang membedakan antara tari kontemporer dengan tari modern maupun tari tradisional? Bagi yang penasaran, yuk simak tulisan ini hingga akhir!

Tari kontemporer adalah jenis tari yang terpengaruh oleh dampak modernisasi serta bersifat bebas dan tak terikat oleh ketentuan gerak sebagaimana pada tarian tradisional. Dalam KBBI, “kontemporer” berarti pada waktu yang sama atau masa kini. Jadi,  tari kontemporer  bisa diartikan sebagai tari yang menggambarkan keadaan masa kini dan saat diciptakan memiliki ketentuan di luar dari tari pada umumnya. Ciri dari tarian kontemporer sendiri diantaranya adalah gerakannya tidak menentang kaidah-kaidah  tertentu,  menggunakan ekspresi pribadi, sumber gerakan bebas namun harus sesuai dengan tema, pola irama antara musik dan gerakan cenderung sering  lepas, konsep cerita berhubungan dengan masalah kemanusiaan, durasi tarian tidak konstan dan sering diulang, serta sulit untuk diulangi kembali.

Di Yogyakarta pernah diadakan pagelaran tari kontemporer. Salah satunya yaitu, menampilkan Tari Urip Urup dengan koreografer Tri Anggoro. Tarian tersebut ditampilkan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada pagelaran tari kontemporer bertajuk Mata Matra Matra tanggal 18 Oktober 2018 lalu.

Tari Urip Urup menceritakan tentang pelepah pisang yang dikembangkan dalam gerak kontemporer. Maknanya menggambarkan tentang kehidupan manusia dimana manusia seharusnya memiliki semangat yang membara dalam menghadapi hidup dan bermanfaat bagi orang lain. Sedangkan untuk durasi waktunya yaitu sekitar 25 menit.

Baca juga : Wayang Limbah

Sasaran penonton acara tersebut adalah segmen umum, baik muda maupun tua. Karena tari kontemporer bersifat sangat simbolis dan susah untuk dimengerti oleh  kalangan  awam, maka saat penampilan diwajibkan pula untuk menayangkan rekaman  video  yang  berisi sinopsis, tujuan, dan konsep. Jadi, penonton bisa memahami tentang karya yang dipentaskan sembari menangkap pesan positif yang hendak disampaikan oleh koreografer.

Nah, seperti itulah yang bisa saya infokan kepada artfren mengenai Tari Urip Urup. Maaf jika banyak salah dalam penulisan. Semoga tulisan ini bisa memberikan manfaat bagi teman-teman. Ikuti terus tulisan-tulisan dari kami ya! Like jika kalian suka. Tinggalkan jejak pada kolom komentar bila terdapat kritik dan saran dari teman-teman. Jangan lupa untuk membagikan tulisan ini, agar bisa memberikan manfaat untuk banyak orang. Terimakasih artfren.

Penulis : Dahestin Yusehadi

Penyunting : Radixa Meta Utami

Admin-Art

Admin-Art

Arsip

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, Maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

id Indonesian
X