Artiseni

Sastra dan Masyarakat

Pernahkah teman-teman menyangka bahwa karya sastra ada kaitannya dengan masyarakat? Apakah karya sastra tidak bisa dinikmati hanya sebagai sebuah karya saja? Tentu saja bisa, namun tidak ada salahnya mencoba berbagai perspektif baru untuk menikmati sebuah karya.

Ian Watt kritikus sastra dari inggris mencoba mengungkap hal itu. Dalam pandangannya karya sastra tidak bisa hanya dinikmati sekedar sebagai sebuah karya biasa. Karya sastra bisa juga dipandang sebagai dokumen sejarah atau sebuah dokumen sosial. Fenomena sastra dalam hubungannya dengan aspek sosial, merupakan cara membaca dan memahami sastra yang bersifat interdisipliner, karena menggabungkan ilmu Sosiologi dengan Sastra.

Ian Watt membedakan antara sosiologi sastra yang mengkaji konteks sosial pengarang, sastra sebagai cermin masyarakat, dan fungsi sosial sastra. Konteks sosial pengarang berpengaruh pada proses penulisan sebuah karya. Posisi sosial pengarang dalam tataran masyarakat akan berkaitan dengan masyarakat pembaca. Ideologi yang dianut, posisi dalam tatanan masyarakat, juga hubungannya dalam masyarakat.

Campur tangan pengarang dalam proses penciptaan karya sastra akan sangat menentukan. Realitas yang dibangun penulis terkadang bukan realitas yang sebenarnya, melainkan realitas yang diidealkan oleh si pengarang. Maka pemahaman karya sastra melalui konteks sosial pengarang membutuhkan data dan interpretasi.

Sebagai contoh Oka Rusmini yang banyak menulis tentang perempuan dalam masyarakat Bali. Ia adalah sastrawan Bali yang hidup dan besar dengan budaya Bali yang menganut sistem kasta dan patriaki. Maka tema yang sering diangkat Oka dalam karyanya adalah mengenai resistensi perempuan masyarakat Bali.

Admin-Art

Admin-Art

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

  • iklan.jpg
id Indonesian
X