Artiseni
Cloud Hosting Indonesia

Seni Memang Tak Memandang Kondisi

Oleh: Muhamad Iqbal

Suasana rumah Asep Maulana yang penuh dengan lukisan/Muh Iqbal

Terletak jauh dari pusat kota, tepatnya berada di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo terdapat seorang pelukis mahir bernama Asep Maulana.

Di desa yang berada di pegunungan itu karya-karya besar seorang Asep muncul dari tangan dinginnya. Sejak kecil ia memang gemar menggambar dan ketika duduk di bangku SMK ia mulai menekuni kaligrafi dan kerap diikutkan diberbagai lomba.  Namun, setelah lulus Asep mengaku sempat vakum menggambar karena harus merantau ke Malaysia.

Di Malaysia sembari bekerja Asep berusaha mencari penghasilan tambahan. Kebetulan ia melihat postingan temannya di Facebook yang mengunggah gambar dan menarik perhatiannya. Dari situ Asep mulai kembali belajar menekuni dunia menggambar.

Awalnya Asep menggambar gambaran semacam kartun seperti Naruto atau Dragon Ball kurang lebih satu bulan. Berlanjut di awal tahun 2017, ia mulai menggambar potret wajah teman SMK nya dan ia unggah di facebook. Tak disangka banyak teman-teman lainnya yang ikut memesan juga. Dari situ dirinya merasa semangat untuk lebih rajin lagi menggambar. Sampai akhirnya, Asep kembali ke Indonesia dan bekerja sehari-hari sebagai seorang pelukis.

Ketika ditanya mengenai awal mula proses belajar, Asep mengaku semua dilakukan secara otodidak. Ketika ia sudah mendapatkan foto orang yang ingin dilukis wajahnya ia akan mulai menggambar. Setelah itu, ia akan membandingkan hasil gambarannya dengan gambaran milik temannya. Dari situ Asep bisa melihat kekurangannya untuk kemudian diperbaiki.

Kini luksian Asep tak hanya berupa lukisan potret wajah orang saja. DI rumahnya terpampang berbagai macam lukisan dari mulai aliran realis hingga abstrak. Proses pengerjaan satu buah lukisan cukup bervariasi. Untuk lukisan dengan ukuran yang cukup besar kadang kala ia bias melukis hingga 3 minggu lamanya dengan hitungan 8 jam kerja tiap harinya. Berbeda dengan lukisan wajah yang berukuran A3 ia bisa menyelesaikan hanya dalam waktu satu hingga dua jam. Mengenai harga, ia menaksir dengan kisaran yang berbeda-beda tergantung ukuran, detail, hingga kesulitannya. Untuk lukisan dengan ukuran A4 dihargai sekitar Rp200.000,00 hingga Rp400.000,00 sedangkan untuk lukisan berukuran A1 dijual sekitar Rp1.000.000,00 sampaiRp2.000.000,00

Selain berkegiatan melukis setiap harinya, pria berambut ikal ini juga kerap mengikuti pameran lukisan. Dari mulai acara di hari besar seperti 17-an atau hari pahlawan hingga pameran online yang digelar di saat pandemic seperti ini. Bagi Asep, memang cukup sulit untuk mengadakan pameran mengingat kondisi sekarang yang kurang memungkinkan hingga kendala seperti kurangnya pengunjung yang mau melihat jika pameran diadakan.

Asep cukup senang dengan adanya respon dari pemerintah, mulai dari pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten. Pemerintah kecamatan bahkan sempat menawarkan untuk memajang lukisan karya warga kecamatan Bruno di kantor kecamatan sebagai bentuk apresiasi. Namun, ia tetap berharap semoga kedepannya kemudahan informasi dan akses untuk seniman-seniman di Kabupaten Purworejo agar bias berkembang lebih ditingkatkan.

Memang tidak bisa dibandingkan secara mutlak antara seniman yang berada di Yogyakarta misal dengan seniman asal Purworejo. Mungkin untuk tumbuh dan berkembang di Yogyakarta tidak terlalu sulit mengingat lingkungan dan suasana kotanya mendukung, Hal itulah yang diharapkan Asep ada di Kabupaten Purworejo sehingga seniman-seniman mau untuk terus berkarya dan layak mendapatkan apresiasi lebih.

Bagi yang tertarik dengan karya Asep, Asep biasanya menjual karyanya di media social seperti Instagram (@maulana_painting), Facebook, atau twiter. Ia juga mengunggah karya-karyanya di forum jual beli .

Penyunting:

Nada Pertiwi

Admin-Art

Admin-Art

Arsip

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

id Indonesian
X