Artiseni
Cloud Hosting

Serba Terbatas di Tengah Pandemi, Mahasiswa UNNES Akali Berlatih Tari Lewat Cara Baru.

Datangnya pandemi Covid-19 seakan menghentikan pergerakan manusia dan aktivitas masyarakat menjadi terbatas. Hal ini juga berdampak pada sektor kesenian. Kegiatan seni sejenak redup, pelatihan dan pergelaran seni sejenak terjeda.

Dengan kondisi ini, ternyata tidak begitu saja menyurutkan semangat beberapa mahasiswa UNNES untuk menggerakkan upaya konservasi budaya di kala pandemi. Mahasiswa yang tergabung dalam program pengabdian masyarakat tak habis akal untuk tetap mengadakan kegiatan pelatihan tari di tengah pandemi. Bagaimana caranya? Virtual. Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara virtual dengan bekal video tutorial pelatihan.

Pelatihan tari virtual diadakan di Desa Mageru Kabupaten Sragen untuk melestarikan “tarian ikonik” yang ada di Kabupaten Sragen yaitu Tari Kridha Dwipangga. Tari Kridha Dwipangga adalah tari yang menggambarkan karakter gajah, dimana karakter gajah merupakan maskot Kabupaten Sragen khususnya bagian gading gajah karena di Sragen pernah ditemukan fosil gajah purba.

Penari Tari Kridha Dwipangga/Sumber: website Kemdikbud

Para generasi milenial Desa Mageru mengikuti pelatihan dengan sangat antusias walaupun hanya bertemu secara virtual. Video demi video dipelajari secara mandiri, berdiskusi melalui whatsapp group, atau secara tatap muka melalui zoom meeting.

Video pelatihan tari virtual/Sumber:tangkapan layar kanal Youtube Mergu Berbudaya

Berikut adalah cuplikan beberapa peserta sedang mempraktikan tari yang telah diajarkan.

Hasil pelatihan oleh peserta/Sumber:tangkapan layar kanal Youtube Mergu Berbudaya
Hasil pelatihan oleh peserta/Sumber:tangkapan layar kanal Youtube Mergu Berbudaya

Pandemi tidak menjadi alasan untuk tetap melestarikan budaya khususnya kesenian. Melalui teknologi keterbatasan gerak dapat diupayakan untuk pengembangan, baik pengembangan diri, pengembangan pendidikan, ataupun pengembangan keterampilan melalui inovasi-inovasi berbasis digital. Pandemi boleh membatasi tapi tidak untuk mematikan semangat khususnya untuk berkesenian.

Penulis: Chrisan Tiyansa

Penyunting: Nada Pertiwi

Admin-Art

Admin-Art

Arsip

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, Maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

id Indonesian
X