Artiseni
Teater Karo Hip-Hop 1
Cloud Hosting

Teater Karo Hip Hop : Kolaborasi Apik Tradisi Karo dan Budaya Populer

Seiring dengan berjalannya waktu, kesenian akan mengalami perubahan. Karena proses globalisasi atau ingin menciptakan karya baru dengan melakukan kolaborasi di antara dua seni yang berbeda. Sehingga seni yang ditampilkan terbebas dari norma atau pakem tentang seni itu sendiri dan bisa dinikmati dengan mudah.

Tak terkecuali Pertunjukan Teater Karo Hip Hop yang menggabungkan antara Tradisi Karo dengan Hip Hop. Pertunjukan ini tergolong dalam Teater Kontemporer, yaitu di dalamnya terdapat unsur kekinian. Maksudnya adalah tidak ada batasan untuk mengikuti tradisi atau menolak standar pada teater sebelumnya.

Teater berfungsi sebagai media penyampaian yang senimannya hanya ingin mengkomunikasikan gagasannya kepada penonton. Kualitas penonton menjadi harapan utama seniman, karena hanya sedikit penonton yang bisa memahami makna pesan tersirat dari teater yang dipentaskan.

Bukan kemewahan yang ingin disampaikan oleh seniman teater. Namun, gagasan brilian seniman yang tersalurkan melalui pertunjukan teater. Oleh karena itu, teater kontemporer tidak pernah menampilkan sisi kemewahan. Hal yang diutamakan adalah gagasan yang baru dan orisinal.

Sumber inspirasi terciptanya Teater Karo ini adalah berasal dari legenda dari Tanah Karo, yaitu “Guru Pertawar Reme”. Legenda ini cukup terkenal melalui beberapa tempat peninggalan, seperti tempat ritual, pemandian air panas, serta kuburan sang guru.

Teater Karo Hip-Hop 1
Sumber: Greg Agung (http://journal.isi.ac.id/index.php/resital/article/view/520

Selain itu yang menjadi landasan lain adalah kebudayaan yang ada di Tanah Karo. Orang Karo memiliki rakut si telu atau daliken si telu sebagai konsepsi yang diwariskan dan mengikat bagi orang Karo dalam menjalani kehidupan. Konsepsi ini merupakan tutur yang diajarkan melalui praktik kehidupan sehari-hari.

Secara etimologi rakut berarti ikatan, sedangkan si telu berarti tiga. Dengan demikian, rakut si telu adalah ikatan yang tiga. Rakut si telu memiliki arti bahwa setiap individu di Karo tidak lepas dari keluarganya atau pengikat keluarga dalam praktik gotong-royong (seraan-aron).

Admin-Art

Admin-Art

Arsip

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, Maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Advertisement

id Indonesian
X