Artiseni

TETANGGA KITA

“ Pak Saiful itu sok- sok an menyekolahkan anaknya sampai bangku kuliah. “ Dasar orang miskin tidak tau diri. “ Mau cari uang dari mana untuk biayanya. “ Wong tiap hari saja makannya cuma pake krupuk itupun cuma sekali sehari. “ Pasti uangnya didapat dari mencuri.

Karya Pulung L A

“Edan… Edan,  sungguh edan jaman sekarang ini, coba kamu dengarkan ceritaku ini Yo. Aryo menatap dengan heran karena Darman Jarang bercerita seserius ini dengan ungkapan kekesalan. 

“ Kamu ini ada apa Dar kok uring – uringan? Sambil meneruskan membacanya.

“ Begini Yo tadi pagi aku lewat jalan depan rumahku karena aku mau pergi ke tempatmu ini dan hanya itu satu-satunya jalan kampung yang bisa menembus ke jalan raya dan saat aku lewat di depan rumah tetanggaku mereka sedang duduk-duduk di depan teras sedang bergosip ria sambil bercanda. “ Aku tersenyum mencoba menyapanya dengan bahasa tubuhku tetapi salah seorang dari mereka meyapaku dengan nada menyindir dengan mengatakan.

Mau berangkat mas? “ Nada bicaranya diolah sedemikian rupa sehingga tampak kesan yang meremehkan dan sepertinya aku orang yang dimusuhi, mereka menganggap bahwa seseorang harus dihormati dengan kata-kata yang basi. “ Sebuah senyuman yang aku berikan tidak memiliki arti bagi mereka.

“ Memang benar begitu Dar orang –orang semakin tidak peduli lagi dengan orang lain. “ Aku juga merasakan hal yang sama denganmu tetapi kita juga tidak bisa hidup sendiri dengan aturan kita.

“ Mungkin juga begitu Yo kita gak bisa berbuat apa-apa lagi.

“ Brengsek, kenapa hidup harus menuruti kemauan orang lain, tidak bisakah kita hidup tenang tanpa orang lain merecoki apa yang kita sukai dan apa yang kita inginkan. Asalkan yang kita lakukan tidak menyalahi atau mengganggu kesenangan mereka. Menatap Aryo yang membaca buku disampingnya. “ Mata-mata mereka menatap dengan penuh maksud jahat dan kebencian melihat orang lain dalam kebahagian dan mereka menginginkan orang-orang yang berhasil dalam hidup itu bisa jatuh atau hancur karena kesalahan yang dilakukan. Mereka tidak memandang perjuangan dan kerja keras orang lain untuk mendapatkan kebahagiaan itu.

Nafasnya mendengus karena amarah yang mengalir deras di dadanya. “ Mereka akan mengatakan dengan mulut yang kotor dan berbau dengan nada yang miring.

“ Dagangan soto pak Joko yang laris itu pasti menggunakan penglaris.

“ Bu Mira tampak cantik dan kaya dia pasti menggunakan susuk dan bekerja sebagai pelacur.

“ Pak Saiful itu sok- sok an menyekolahkan anaknya sampai bangku kuliah. “ Dasar orang miskin tidak tau diri. “ Mau cari uang dari mana untuk biayanya. “ Wong tiap hari saja makannya cuma pake krupuk itupun cuma sekali sehari. “ Pasti uangnya didapat dari mencuri.

“ Mulut-mulut busuk para tetangga menjadi racun dalam kenyataan hidup,  berbicara seakan-akan apa yang mereka saksikan adalah sebuah kebenaran yang harus diungkapkan padahal mereka terjebak dalam omong kosong yang tak berarti sama sekali. ”Hanya mulut-mulut yang iri, penuh dengan kebencian dan dendam karena kehidupannya tidak seperti yang diharapkan dan menghujat semua orang yang berhasil dalam kehidupan ini.

Ia berhenti bicara. Ia rebahkan badannya untuk mengendurkan ketegangannya. Aryo hanya menengok sebentar dan kembali membaca buku Novel yang baru dipinjamnya. “ Hari sudah siang aku pulang dulu Yo masih ada pekerjaan di rumah yang harus aku selesaikan. “ Besok kita ketemu lagi, dan segera keluar dari kamar Aryo. Sampai di luar Darman menghidupkan mesin motornya dan berjalan dengan tenang melewati jalan raya. Jalanan ramai kendaraan bermotor saling salip, mobil-mobil mengklakson dengan kencang mencoba mengusir penggangu dengan suara klaksonnya.

“ Gila semua orang ingin cepat sampai tujuannya hingga tidak peduli dengan orang lain main salip sana, salip sini, klakson berbunyi tak henti. Jalanan menjadi ungkapan kemarahan para pengemudi.

Admin-Art

Admin-Art

Topics

Recent posts

Ads Widget side bar samping

Follow us

Kami sangat senang jika berkesempatan berdiskusi dengan anda, maka maka jangan sungkan untuk mengikuti kami

Most discussed

Advertisement

  • iklan.jpg
id Indonesian
X